Studi Tterbaru : Lama Menatap Layar Gadget Tidak Sepenuhnya Buruk Bagi Anak



"Kami selalu percaya kalau orang tua memiliki alat khusus untuk mengatur pemakaian perangkat anak-anaknya. Namun, beberapa alat ini malah berpotensi mengekspos riwayat browsing pengguna, lokasi, dan akun email ke pihak ketiga," ujar perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) ini.

"Dari tahun lalu, kami sadar kalau beberapa aplikasi parental control menggunakan teknologi canggih bernama Mobile Device Management atau MDM," jelas Apple.

"MDM memberikan kontrol pihak ketiga dan akses kepada perangkat dan informasi sensitif seperti lokasi, penggunaan aplikasi, akun email, izin pemakaian kamera, dan riwayat browsing," lanjutnya.

MDM Melanggar Kebijakan




Pada awal 2017, Apple sendiri sempat mengecek pemakaian MDM bagi pengembang non-enterprise. Tak lama setelahnya, perusahaan memperbarui guideline berdasarkan dari updateyang mereka terima.

Apple berpendapat, meski MDM memiliki pemakaian yang sah--seperti kontrol lebih baik pada perangkat dan data hak milik--ternyata MDM masih tetap berisiko dan tetap melanggar kebijakan App Store dalam hal privasi pengguna.

Saat Apple tahu dengan pelanggaran guideline tersebut, mereka langsung mengumumkan kepada para pengembang aplikasi dan memberikan waktu 30 hari untuk segera mengirim update baru aplikasi agar tidak dicabut dari App Store.

Beberapa pengembang merilis update untuk memastikan aplikasi mereka mengikuti kebijakan yang sudah ditentukan. Namun sisanya dicabut karena tidak mengikuti ketentuan.

"Kami menciptakan App Store untuk menyediakan toko aplikasi yang aman, di mana pengembang dan entrepreneur bisa membawa ide ke pengguna seluruh dunia, dan pengguna bisa memakai aplikasi dengan aman mengikuti standar dan tanggung jawab perusahaan," tutur Apple.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan tempat bagi aplikasi-aplikasi ini agar mereka juga bisa improve bagi pengalaman pengguna untuk semuanya," tutup perusahaan