Saturday, April 15, 2017

Sensor di Smartphone Jadi Celah Masuknya Hacker


Penggunaan beragam sensor di smartphone tak dimungkiri sudah menjadi fitur wajib. Kehadiran sensor tersebut merupakan pondasi dari fungsi smartphone yang ada saat ini.

Namun tahukah kamu, berdasarkan penelitian terbaru, beragam sensor itu ternyata dapat menjadi celah masuknya hacker. Adalah sejumlah ahli dari Newcastle University yang melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Domino 99

Dikutip dari BBC, Jumat (14/4/2017), serangan dapat terjadi karena sejumlah aplikasi mobile dan situs tak memerlukan izin khusus untuk mengakses sensor tersebut. Akibatnya, sejumlah program berbahaya dapat sengaja disusupkan untuk 'menguping' smartphone.

"Pada sejumlah situs yang dibuka dari smartphone atau tablet, beberapa di antaranya merupakan tempat bernaungnya kode berbahaya dan dapat memata-matai data pribadi yang dimasukkan pengguna," ujar Dr Maryam Mehrnezhad dari Newcastle University.

Bahkan dalam beberapa kasus, apabila situs tersebut tak ditutup, kode berbahaya itu masih dapat mengamati tingkah laku korban termasuk saat smartphone dalam keadaan terkunci. Masalah ini kian sulit diatasi karena tiap vendor menggunakan sensor yang berbeda.

"Banyak orang lebih peduli tentang kamera dan GPS ketimbang sensor," ujarnya. Tim peneliti saat ini sudah berhasil mengidentifikasi 25 sensor berbeda yang kini menjadi standar di kebanyakan perangkat.

Berdasarkan uji coba yang sudah dilakukan, para peneliti dapat membuka PIN empat kode di smartphone Android pada percobaan pertama dengan akurasi mencapai 70 persen. Sementara akurasi bertambah hingga 100 persen saat percobaan kelima. BandarQ

Mereka juga menemukan seluruh tindakan yang dilakukan pengguna, mulai dari mengetuk, menggeser, dan menahan layar dapat dibaca pihak lain. Alasannya, masing-masing tindakan itu ternyata menghasilkan gerakan dan mengaktifkan sensor yang berbeda.

Keberadaan celah keamanan ini telah dilaporkan ke sejumlah perusahaan teknologi kenamaan, seperti Google dan Apple. Namun sampai saat ini, belum ada tanggapan dari perusahaan tersebut.


No comments:
Write comments